Senin, 05 Desember 2011

Administrasi Proyek Bangunan Civil

Tanpa program dan pencatatan yang baik, suatu kegiatan akan kacau dan tidak selesai tepat waktu serta tidak akan terjalin koordinasi baik antarbidangnya. Di sinilah, dibutuhkan administrasi. Bila kegiatan tersebut merupakan kegiatan di bidang pembangunan sebuah proyek, yang dibutuhkan adalah administrasi proyek.

Administrasi proyek sangat dibutuhkan agar mempermudah segala hal berhubungan dengan suksesnya proyek yang sedang dilakukan. Misalnya, ada rencana pembangunan pabrik di sebuah daerah. Maka, pengkoordinasian berbagai pihak terkait sudah harus dilakukan sejak awal perencanaannya. Mulai administrasi proyek bangunan civil, bangunan mechanical, hingga pemasangan mesin, dan sebagainya.

Administrasi Proyek Bangunan Civil

Administrasi proyek bangunan civil meliputi hal-hal berikut ini.

1. Persiapan Gudang Sementara

Gudang merupakan perangkat yang sangat penting di sebuah lokasi pembangunan. Tanpa gudang yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan material, akan sulitlah proses pembangunan tersebut.

2. Kantor dan Mess Sementara

Terkadang, lokasi pembangunan jauh dari pusat kota tempat kantor pusat perusahaan berada. Pembangunan kantor sementara bertujuan untuk mempermudah koordinasi antara pimpinan proyek dengan pimpinan yang ada di kantor pusat.

Selain itu, kantor sementara akan mempermudah fungsi pengawasan dan pengendalian semua aktivitas yang ada di lokasi pembangunan. Sementara pembangunan mess sementara, diperuntukkan bagi para pekerja. Hal ini akan memperlancar penyelesaian proyek karena para pekerja sudah berada di lokasi pembangunan.

3. Mobilisasi Material dari Distributor ke Lokasi Pembangunan

Tanpa koordinasi yang baik, mobilisasi material bangunan dari distributor ke lokasi pembangunan dapat tersendat. Bila hal ini terjadi, terganggulah penyelesaian proyek pembangunan tersebut.

Setelah proses pembangunan bangunan civil selesai, tahap selanjutnya adalah pengerjaan bangunan mechanical. Administrasi bangunan mechanical meliputi pemasangan berbagai alat kelistrikan, boiler, genset, turbin, atap, internet, dan instalasi permesinan.

Administrasi Proyek Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit

Berikut ini merupakan salah satu contoh administrasi pembangunan sebuah pabrik kelapa sawit. Ada beberapa jenis pabrik kelapa sawit.

Pabrik kelapa sawit mini berkapasitas 15 ton/jam yang mencakup kawasan sebesar lebih kurang 1 hektar.

Pabrik kelapa sawit menengah dengan kapasitas 60 ton/jam, meliputi kawasan seluas lebih kurang 3 hektar.

Pabrik kelapa sawit besar dengan kapasitas diatas 60 ton/jam, meliputi kawasan seluas lebih kurang 5 hektar.



Administrasi proyek pembangunan pabrik kelapa sawitnya mencakup hal-hal berikut.

Memeriksa kondisi tanah atau lahan.

Pembukaan lahan untuk lokasi pembangunan pabrik.

Pemancangan tiang-tiang fondasi.

Pembangunan lantai.

Pembangunan dudukan mesin.

Pembuatan loading rame (tempat dudukan buah sawit).

Installing mesin-mesin pres, mesin digester, centrifuge/decanter (alat yang memisahkan air dari kotoran-kotoran lain sehingga yang keluar hanya CPO).

Pembuatan vebrating screen (pengayakan CPO sebelum masuk ke decanter).

Penempatan sterilizer (rebusan).



Setelah semua pembangunan selesai, pabrik kelapa sawit bisa mulai beroperasi.

Senin, 17 Oktober 2011

Sudah Tepatkah Administrasi Kontrak Konstruksi yang Anda Jalankan? Kesalahan Dalam Pengelolaan Kontrak Dapat Berakibat Fatal Bagi Perusahaan Anda.

Pengelolaan kontrak konstruksi diawali dengan adanya kebutuhan terhadap suatu kontrak untuk melaksanakan suatu pekerjaan/proyek yang sudah direncanakan. Oleh karena itu proses pengelolaan kontrak dimulai dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan kontrak. Setelah tahap ini selesai, kegiatan selanjutnya adalah menyusun atau membentuk kontrak konstruksi sampai dengan penunjukan pemenang tender (contract award).Setelah itu kontrak tersebut harus dijalankan.
Dalam menjalankan kontrak sesungguhnya ada dua aspek yang harus berjalan paralel karena kedua hal tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi. Yang pertama adalah kegiatan fisik di lapangan (konstruksi) dan yang kedua (yang kurang diperhatikan) adalah kegiatan administrasi kontrak, yaitu segala kegiatan non-teknis yang menunjang pelaksanaan teknis konstruksi seperti pelaporan, penagihan pembayaran, perubahan pekerjaan, dan klaim. Seluruh kegiatan ini harus terus dipantau. Lalu bagaimanakah administrasi kontrak konstruksi seharusnya dilaksanakan? 

Temukan Jawabannya dalam Pelatihan Hukum Konstruksi:

 sumber : http://www.indolawcenter.com/index.php?option=com_content&view=article&id=111&Itemid=106

Kejari Cek Fisik dan Administrasi Proyek

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edhie

BANGKAPOS.COM
, BELITUNG -- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpandan melakukan pemeriksaan fisik bangunan gedung serba guna dan administrasi Desa Padang Kandis Kecamatan Membalong, Selasa (26/07/2011) siang.

Pemeriksaan ini melibatkan langsung saksi ahli dari Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Belitung dan Inspektorat Kabupaten Belitung.

"Hari ini kita periksa fisik dan administrasi dari bangunan gedung serba guna desa," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungpandan Enang Sutardi seizin Kajari Tanjungpandan YS Wibowo kepada bangkapos.com, Selasa (26/07/2011).

Pemeriksaan fisik dan administrasi dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010.


APBDes dikucurkan sejak tahun 2007 dengan nilai yang tidak sama namun baru dilaksanakan tahun 2009. Namun, hingga tahun 2011 proyek pembangunan gedung serba guna tersebut belum juga terselesaikan.

Penulis : ediyusmanto
Editor : rusaidah
Sumber : Pos Belitung
 

Magister Administrasi Proyek

(Program ini Master ditawarkan dalam bahasa Inggris)


Sebagai perusahaan menghadapi gejolak di pasar, mereka menemukan bahwa inisiatif pertumbuhan yang jauh lebih aman menggunakan pendekatan proyek untuk realisasi mereka. Kegiatan operasional dibandingkan kegiatan proyek menunjukkan bahwa perusahaan pendekatan proyek menawarkan kesempatan untuk melihat dari awal sampai akhir kegiatan. Perusahaan dapat campur tangan dalam setiap tahap pembangunan proyek dan mempengaruhi proses. Ini meliputi analisis dari analisis siklus proyek seperti formulasi, perencanaan, arah implementasi, dan kontrol.


Master Administrasi Proyek
di La Universidad Internacional para la Cooperacion (Universitas for International Cooperation) akan memungkinkan Anda untuk mengelola proyek sesuai dengan standar, metode, teknik dan alat-alat yang memfasilitasi generasi produk-produk berkualitas dengan produktivitas tinggi. Selain itu, program ini akan memberikan Anda dengan alat-alat yang dibutuhkan untuk menciptakan, memelihara, dan mengkomunikasikan berbagai jenis rencana yang diperlukan selama proses berlangsung.

Karena tantangan yang dihadapi manajer proyek ketika mengelola proyek, program kami telah membangun disiplin yang menekankan penerapan standar yang berbeda, termasuk Institut Manajemen Proyek.

Universitas Kerjasama Internasional, UCI, telah mengembangkan Master Administrasi Proyek (tingkat Guru-satunya dari jenisnya di wilayah tersebut) menggabungkan standar dan kriteria dari Project Management Institute (PMI). Lembaga ini telah menjadi ikon tempat berkumpul untuk para profesional dalam manajemen proyek dan pemimpin dalam penelitian manajemen proyek.

Untuk alasan ini UCI telah diakui sebagai Penyelenggara Pendidikan Terdaftar oleh Project Management Institute selama sepuluh tahun terakhir dan akhir-akhir ini, pada tahun 2009, menjadi Universitas pertama di Amerika Latin dan satu di 30 universitas di dunia untuk memiliki Program Magister di Proyek manajemen yang diakui oleh Pusat Akreditasi Global PMI-(GAC)


Tujuan Umum

Program Magister bertujuan untuk menyediakan para profesional dengan keterampilan untuk r mengelola proyek mengikuti proses dan standar kualitas yang ketat pada faktor-faktor keberhasilan kritis utama: waktu, anggaran, produk dan tujuan strategis dan mengusulkan metode baru dan instrumen untuk menangani masalah-masalah yang timbul dari masalah ini.


Tujuan Khusus

Semua siswa yang menyelesaikan gelar Master dalam manajemen proyek akan:
  • Studi dan mengenali kerangka umum dan siklus hidup khas proyek
  • Mengembangkan pemahaman tentang metodologi, prosedur dan alat-alat modern untuk perencanaan, penilaian dan pengawasan efektif dari sumber daya yang tersedia dalam pengembangan proyek.
  • Menerima pengetahuan yang diperlukan seorang manajer proyek harus memiliki untuk berhasil dalam manajemen
  • Mengembangkan alat-alat untuk memberikan nasihat yang tepat waktu dan penting untuk bisnis dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses manajemen proyek.
  • Bersiaplah untuk meningkatkan proses manajemen proyek di perusahaan publik dan swasta.
  • Menyediakan negara dengan sumber daya manusia sadar dan terlatih untuk menafsirkan realitas kita sendiri dan mengidentifikasi pilihan-pilihan untuk pengembangan dalam manajemen proyek